5 Langkah Memilih Spill Kit

5 Langkah Memilih Spill Kit

5 Langkah Memilih Spill Kit
Di artikel sebelumnya kita sudah mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab mengapa kita harus memiliki Spill Kit. Dengan kita memiliki Spill Kit, dapat mengurangi kerugian yang ditimbulkan dibanding kita tidak memiliki Spill Kit. Maka sebelum kita membeli Spill Kit, ada baiknya kita harus mengetahui Spill Kit apa yang kita butuhkan untuk menghadapi apabila terjadi tumpahan. Pernahkah kamu membersihkan tumpahan, tapi penyerapannya kurang maksimal atau bahkan tidak bisa mengatasi tumpahan tersebut. Ternyata beda tumpahan, beda juga Spill Kit yang digunakan. Agar tumpahannya dapat terserap maksimal, berikut langkah langkah dalam memilih Spill Kit :

1. Cairan Yang Diserap

Langkah yang pertama dalam memilih Spill Kit adalah kita harus mengetahui cairan apa yang akan diserap. Cairan ayang dimaksud adalah yang dapat mencemari lingkungan, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Contohnya adalah minyak, oli, solar, bensin, cairan kimia, air, obat, darah dan yang lainnya. Beda tumpahan beda pula jenis Spill Kit yang digunakan.

Untuk itu, kita tidak boleh sembarangan dalam membersihkan tumpahan ya, harus disesuaikan antara jenis tumpahan dengan jenis Spill Kit nya.

Untuk jenis Spill Kit industri, di golongkan ke beberapa jenis di antaranya :

a. Oil Spill Kit (Berwarna Putih)
Oil Spill Kit digunakan untuk menangani tumpahan cair seperti oli, minyak, solar, dan lainnya yang berbahan dasar minyak

b. Chemical Spill Kit (Berwarna Kuning)
Chemical Spill Kit digunakan untuk menangani tumpahan seperti bahan kimia dan sejenisnya yang bersifat asam basa

c. Universal Spill Kit (Berwarna Abu-Abu)
Universal Spill Kit digunakan untuk menangani semua jenis tumpahan baik oli, minyak, chemical, maupun air.

Sedangkan untuk dunia medis bisa menggunakan Spill Kit Medical. Bukan tanpa alasan Spiil Kit di design dengan warna yang berbeda. Karena perbedaaan tersebutlah yang dapat digunakan untuk mengetahui cairan apa yang akan kamu bersihkan.

Karena tidak semua cairan itu bersifat sama. Jadi jika Spill Kit yang digunakan salah, akan berakibat penyerapannya tidak maksimal. Jadi dengan kita mengetahui cairan apa yang akan diserap, kita bisa menentukan jenis Spill Kit apa yang akan kita pakai.

Gambar :

ONEBIZ SPILL KIT OB 14-OSK30L-R OIL SPILL KIT 30 Liter (8 Gallon) Refill
OIL SPILL KIT
ONEBIZ SPILL KIT OB 14-CSK30L-R CHEMICAL SPILL KIT 30 Liter (8 Gallon) Refill
CHEMICAL SPILL KIT

                      

ONEBIZ SPILL KIT OB 14-USK20L UNIVERSAL SPILL KIT 20 Liter
UNIVERSAL SPILL KIT

Baca Juga: Fungsi Spill Kit

2. Berapa Liter Volume Tumpahan

Cara menghitungnya adalah dengan menghitung kemungkinan terburuknya (volume besarnya). Jadi kita harus tau berapa volume terbesar cairan yang ada di area kita. Misalnya di area kita ada beberapa cairan dengan ukuran yang berbeda-beda, ada yang 1 L, 25 L, sampai yang terbesar 200 L. Bayangkan jika ukuran spill kit yang kita punya ternyata lebih kecil dari volume tumpahannya, tumpahan akan menyebar lebih luas bahkan akan membutuhkan waktu lama dalam membersihkannya. Bahayanya lagi akan membahayakan orang lain, bahkan diri sendiri.

Contohnya, jika tumpahan itu oil atau minyak jika tidak segera di tangani akan membuat kecelakaan yang tak terduga (terpeleset) sehingga akan membuat cedera yang fatal.

Jadi, Jangan sampai ukuran Spill Kit yang kalian punya ternyata lebih kecil dari volume tumpahannya ya. Jadi tiap jenis Spill Kit memiliki ukuran bermacam-macam. Berikut beberapa contoh ukuran Spill Kit standar :

  1. 10 Liter (3 Gallon)
  2. 15 Liter (4 Gallon)
  3. 20 Liter (5 Gallon)
  4. 30 Liter (8 Gallon)
  5. 45 Liter (12 Gallon)
  6. 75 Liter (20 Gallon)
  7. 120 Liter (32 Gallon)
  8. 240 Liter (64 Gallon)
  9. 660 Liter (174 Gallon)
  10. 1100 Liter (290 Gallon)

Jika sudah mengetahui berapa besar resiko volume tumpahan, maka kita juga bisa menentukan ukuran Spill Kit yang akan dibeli.

Gambar :

3. Jenis Container Yang Cocok

Spill Kit dapat ditempatkan didekat area potensi terjadi tumpahan, seperti di Production Line, Loading Dock Area, dan lainnya. Jenis Spill Kit dapat dibedakan sesuai dengan jenis tindakannya, seperti penanganan tumpahan atau tindakan maintenance rutin. Penempatan Spill Kit harus mudah dijangkau agar pekerja cepat melakukan tindakan pembersihan tumpahan cairan sehingga tumpahan tidak meluas.

Jika kemungkinan terjadinya tumpahan, berada pada tempat yang luas. Kamu harus menggunakan Spill Kit yang meggunakan dustbin. Spill Kit dustbin memiliki tempat penampungan yang lebih besar. Isiannya pun lebih banyak dan juga memiliki roda pada bagian kiri dan juga kanan sehingga lebih memudahkan kita dalam menggunakannya.

Gambar :

     

Apabila tumpahannya di tempat yang lebih kecil dan sempit, kamu juga disarankan mempunyai Spill Kit yang bentuknya kecil dan fleksibel. Contohnya seperti bucket / ember ataupun weeld container.

Karena tumpahan itu terjadi begitu cepat dan tak terduga, sehingga di butuhkan perlengkapan  yang fleksibel. Tujuannya agar tumpahan dapat segera teratasi dalam waktu yang lebih singkat. Sehingga tumpahan tidak meluas ke area lain dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Baca Juga: Mengapa Kita Harus Memiliki Spill Kit?

4. Alat Perlindungan Diri

Tumpahan limbah cair berpotensi untuk mencemari lingkungan. Mengingat dampak yang mungkin akan timbul, maka diperlukan upaya pengelolaan yang baik meliputi pengelolaan sumber daya manusia, alat dan sarana. Begitu besarnya resiko yang dihadapi oleh tenaga penanganan limbah ini, maka perlu perlindungan bagi tenaga kerja. Perlindungan yang dimaksud adalah yang menyangkut kesehatan dan keselamatan kerja. Perlindungan tersebut agar tidak terjadi resiko penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja, APD yang seharusnya digunakan oleh petugas.

Alat pelindung diri standar yang umum atau wajib di gunakan pada saat menangani tumpahan meliputi Kacamata Goggle, Respirator Mask N95, Chemical Glove dan apron. Apabila ada cairan tumpahan yang mengharuskan menggunakan APD khusus, tidak standar maka APD nya pun harus menyesuaikan.

5. Sudah Memiliki Container Atau Belum

Jika sudah memiliki container, berarti cukup membeli isiannya saja ya.
Tapi yang perlu di perhatikan, apakah containermu sudah berwarna kuning?
Pasti untuk kalian yang belum tahu bertanya-tanya, kenapa container Spill Kit harus kuning.

Bukan tanpa alasan warna kuning adalah warna yang tepat untuk design produk, karena warna kuning menjadi warna yang mencolok sehingga keberadaanya cukup eye catching bagi siapa saja yang melihatnya. Jadi jika kita sudah memiliki container yang sesuai maka kita tinggal membeli isiannya saja (Refill)

Demikian 5 Langkah Memilih Spill Kit, harapannya setelah kita mengetahui point-point tersebut kita bisa membeli Spill Kit yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Baca Juga : ONEBIZ.id, Sakha.co.id

Leave a Reply